Langsung ke konten utama

Weekend sehat dan murah di Bogor #1

Welcome to Bogor - Wilujeng Sumping
Mau tau kalo gimana menghabiskan week end yang murah dan sehat di Bogor ?.  Salah satu cara menghabiskan akhir pekan yang sehat dan murah di Bogor ituuu....  Ikuti aja cerita perjalanan saya yaa..

Hari minggu kali ini saya habiskan dengan cara berbeda dari biasanya (biasanya males-malesan aja soalnya.. hehee^^).  Cuma mungkin bagi sebagian besar warga Bogor hal ini juga sudah biasa.  Yupp..... minggu ini kita akan joging dan nyari sarapan di Car Free Day (CFD) Bogor, setelah itu,  piknik di Kebun Raya Bogor (KRB)...

Buat yang tempat tinggalnya jauh dari area CFD dan KRB trus mau bawa kendaraan, saya punya tipsnya. Salah satu tips buat yang bawa kendaraan mobil atau motor. Kalian bisa parkir di sekitar mall Botani Square. Ada juga pilihan parkir yang lebih murah yaitu di kampus IPB Baranang Siang. 


Underpass IPB – penyebrangan yang aman dan nyaman di Bogor
Nah.. abis parkir kendaraannya, jalan deh ke area CFD.. dari Botani atau kampus IPB, pilih nyebrang jalan lewat underpass IPB yaa.. biar aman dan nyaman.. underpass ini memang diperuntukkan untuk pejalan kaki.. Selain itu kita bisa cuci mata juga di underpass ini. Ada koleksi foto-foto dan lukisan di pajang di sepanjang underpass, dan ada juga atribut-atribut #visitbogor dan lain-lain.. trus kalo agak siang disini juga ada pengamennya lho... tapi sih ini kayaknya bukan pengamen liar gitu.. mereka bergrup dan musiknya juga enak..

Pedestrian road – Jln Padjajaran Bogor 
Setelah lewatin underpass, kita teruskan jalan kaki hingga area CFD, ya kira-kira 500 meter jaraknya.. dan sudah disiapkan area khusus pejalan kaki disini.. teduh karena dikelilingi pohon rindang. Dan sepertinya juga lebih aman karena trotoarnya tidak langsung berbatasan sama jalan raya, ada taman di tengahnya. Bingun jelasinnya.. Lihat foto aja ya.. hehe^^..

Dan..... akhirnya kita sampai di area CFD sempur Bogor. Kalo kita masuk dari arah jalan Padjajaran Bogor, kita akan masuk dari jalan Jalak Harupat (Depan Pangrango Plaza). Pintu lainnya yaitu dari arah jl. Juanda (samping pintu istana Bogor).  Dari sini jalannya sudah ditutup untuk kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor). Kalo mau joging disini bisa, mau jalan santai aja juga bisa.. Disini kita akan banyak bertemu warga Bogor lain yang beraktivitas di CFD. Ada komunitas sepeda pada nongkrong, komunitas sepatu roda, badut-badut, rombongan keluarga, pasangan-pasangan, sama grup IGO-IGO juga banyak kok :D (hehe^^). Pokoknya rame deh.. Area CFD Bogor juga sudah dilengkapi dengan fasilitas toilet umum kok.. jadi ga usah khawatir kalo ada yang kebelet-kebelet pas lagi di area CFD. 
Car Free Day Bogor

Area paling rame di CFD Bogor adalah lapangan sempur. Disini pusatnya jajanannya. Sebenarnya rame-rame ke CFD Bogor itu nyari sarapan disini.. hehe^^. Ada banyak banget macamnya jajanan disini. Mulai dari yang ringan sampai makanan berat. Mulai dari yang asli pedagang sampai pedagang musiman, yang cuma jualan pas CFD. Puas-puasin dulu sarapan disini, buat supply tenaga untuk lanjut ke perjalanan kita berikutnya. 

Hiburan di Car Free Day Bogor








Selesai sarapan, saatnya kita lanjutkan perjalanan kita piknik ke Kebun Raya Bogor. Dari lapangan sempur lanjut jalan kaki ke arah kantor walikota Bogor. Dari sini ke pintu masuk KRB kira-kira 1 kilometer. Jalan santai aja karena nanti di dalam KRB kita masih perlu jalan kaki lagi buat keliling-keliling. Sepanjang jalan menuju pintu masuk KRB kita bisa lihat rusa-rusa di halaman Istana Bogor. 

Jalan Depan Istana Bogor
Sampai di depan pintu gerbang KRB, beli karcis Rp14.000. Buat yang baru pertama kali kesini saya sarankan untuk foto peta petunjuk KRB biar gak bingung nanti kalo mau ke lokasi-lokasi di KRB. 
Peta Kebun Raya Bogor

Ada banyak tempat yang bisa kita kunjungi di dalam Kebun Raya Bogor: 
  • Monumen Lady Raffles
  • Monumen J.J Smith
  • Kolam Gunting
  • Taman Teisjmann
  • Makam Belanda
  • Istana Bogor
  • Jembatan Gantung
  • Griya Anggrek
  • Koleksi Kaktus
  • Dll.. (lihat aja di peta ya..)
Istana Bogor
Girya Anggrek
Kalo jalan-jalan weekend jangan sendiran ya.. hehe^^


Setelah puas piknik di KRB, udah puas foto-foto udah cape.. saatnya keluar.. Saran saya keluar KRB dari pintu yang di Jln Padjajaran, sehingga cukup dekat ke tempat kita tadi parkir kendaraan (IPB atau Botani Square) Kalo di peta itu pintu 3 dan pintu 4. 











Yaap... akhirnya liburan murah dan sehat kali ini selesai.. Saatnya makan siang.. Tinggal pilih mau makan di Botani Square atau tempat lainnya.. 
Sekian cerita saya weekend sehat dan murah di Bogor.. #visitBogor #visitIndonesia





Komentar

Posting Populer

Konversi Nilai Mata Uang Zaman Penjajahan Belanda dengan Rupiah Republik Indonesia hari ini

Beberapa tahun belakangan saya suka membaca buku-buku lama, baik dalam bentuk novel , roman , biografi dll. Beberapa buku yang telah saya baca berlatar setting sekitar tahun 1860an, 1890an sampai 1920, awal 1900 hingga 1950an. Ternyata dengan banyak membaca karangan-karangan lama cukup membuat wawasan kita bertambah. Bagi saya terutama, hal-hal mengenai sejarah bangsa adalah suatu hal yang sangat ingin saya pelajari. Setidaknya dengan mempelajari sejarah dengan cara berbeda (bukan dari pelajaran sejarah di sekolah) saya bisa mengerti saat ini kita berada dimana. Ada hal yang menarik perhatian saya selama membaca karangan-karangan lama tersebut. Yaitu tentang mata uang. Dalam beberapa cerita selalu disebutkan harga, biaya dengan mata uang yang berlaku saat itu.  Jadi, selama setidaknya periode akhir 1800 hingga sebelum Indonesia merdeka, Bangsa kita di nusantara ( Hindia Belanda ) menggunakan mata uang gulden Belanda. Dalam beberapa cerita dituliskan dengan simbol f...

Catatan singkat Peraturan Menteri Kelautan Perikanan No. 26 Tahun 2014 tentang Rumpon

Kapal Payang Rumpon Kepulauan Seribu Permen 26 Tahun 2014 ini merupakan pengganti Kepmen KP No 30 Tahun 2004 tentang Pemasangan dan Pemanfaatan Rumpon. Dalam Permen yang baru ini dinyatakan bahwa setiap kapal penangkap ikan yang melakukan pemasangan dan pemanfaatan rumpon wajib memiliki Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR). Seperti yang dinyatakan dalam pasal 1 poin 7 Pasal 1 poin 7 "Surat Izin Pemasangan Rumpon, yang selanjutnya disingkat SIPR adalah izin tertulis yang harus dimiliki setiap kapal penangkap ikan untuk melakukan pemasangan atau pemanfaatan rumpon" Selanjutnya di pasal 6 dijelaskan tentang alat tangkap yang boleh menggunakan rumpon (selain itu tidak boleh).. Pasal 6 Rumpon hanya dapat digunakan oleh kapal penangkap ikan yang menggunakan alat penangkapan ikan berupa: a. pukat cincin pelagis kecil dengan satu kapal; b. pukat cincin pelagis besar dengan satu kapal; c. pukat cincin grup pelagis besar; d. pancing ulur; dan e. pancing berjora...

Problem Solved! Cara memperbaiki Error pada saat menyimpan file PowerPoint (PPT) menjadi PDF

An error occurred while PowerPoint was saving file Kamu pernah juga mengalaminya? Silakan lanjutkan membaca, mudah-mudahan masalahnya bisa diatasi sebagaimana saya mengatasi masalah ini pada file saya. Istilah yang digunakan: PPT:       PowerPoint MS:        Microsoft .pptx:    Ekstensi file PowerPoint versi terbaru (Office 2010 sampai versi office 365) Microsoft Community: Forum tanya jawab tempat orang-orang curhat masalah produk microsoft Baru saja saya mengalami masalah error pada saat mencoba menyimpan (save as) dokumen PowerPoint (.pptx) ke PDF. Pesan errornya seperti terlihat pada Figure 1 , an error occurred while PowerPoint was saving the file. Ini rumit, karena MS PowerPoint tidak memberi tahu kita detail errornya ada dimana. Sehingga kita tidak tau bagaimana langkah resolusinya. Saya sudah mencoba mencari jawaban solusinya via google, munculah berbagai masalah yang sama, termasu...

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDER) DALAM KONSERVASI (Bagian 2)

Bagian sebelumnya:  PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDER) DALAM KONSERVASI (Bagian 1) PEMANGKU KEPENTINGAN Pengertian Pemangku Kepentingan Pemangku kepentingan dalam konservasi diuraikan menjadi pemerintah (eksekutif dan legislatif) (Jentoft 2004; Cinner et al . 2012); pihak swasta (Jones et al . 2013; Campbell et al. 2013); masyarakat ( Harkes dan Novaczek 2002; Evans et al. 1997); institusi pendidikan (Jentoft 2004) , Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan LSM Internasional di bidang konservasi ( seperti: WWF , Coral Triangle Center, The Nature Conservation ) (Bottema dan Bush 2012) . Penduduk lokal memiliki hak di lingkungan laut dan pesisir, sehingga pemangku kepentingan didefinisikan sebagai orang yang mata pencahariannya melalui pe manfa atan langsung sumberdaya atau berhubungan dengan lingkungan laut dan konservasi (Abecasis et al . 2013). Pemangku kepentingan merupakan individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat baik seca...

Suar Jaga Utara - Pulau Sebira, Kepulauan Seribu

Mercusuar Jaga Utara - Pulau Sebira Pulau Sebira merupakan pulau berpenghuni paling utara dari wilayah Kepulauan Seribu - DKI Jakarta. Pulau ini termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Di pulau ini terdapat sebuah mercusuar sebagai alat bantu navigasi yang dibangun semenjak pemerintahan Hindia Belanda tahun 1869. Suar ini terlihat masih kokoh berdiri meskipun sudah tampak karatan disana sini sebagai bukti usianya.  Di Pulau Sebira belum terdapat penginapan sejenis home stay atau villa, namun jika kita kesana, kita dapat menginap di rumah penduduk. Mulai tahun 2014 akses ke pulau ini sudah dibuka dengan menggunakan speedboat "Kerapu" yang dikelola Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan jadwal Senin dan Kamis dari dermaga Kali Adem.  Jika ingin merasakan suasana yang sangat berbeda dari Jakarta, maka cobalah untuk datang kesini.

Religious Island - Sapudi, Sumenep Madura

Panorama View to East from Sapudi Island Usher "Pak Kyai" Location: Sapudi Island - Sumenep Madura Time: September 2014

Dinamika Sumberdaya Mamalia Laut Di Indonesi (Part 3: Alternatif Pengelolaan)

Bagian ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya: Part 1: Pendahuluan Part 2: Permasalahan dan isu-isu penting III. ALTERNATIF PENGELOLAAN SUMBERDAYA MAMALIA LAUT Pengelolaan kelestarian sumberdaya mamalia laut di Indonesia harus diimplementasikan secara efektif dan terpadu, baik oleh pemerintah, masyarakat, industri-industri kelautan, dan lembaga-lembaga non-pemerintah konservasi mamalia laut. Pengelolaan yang efektif tentunya harus didukung dengan implementasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berpihak pada pelestarian sumberdaya mamalia laut secara spesifik.  Penegakan peraturan perundangan yang telah ada dan penetapan kebijakan yang lebih spesifik dan terukur  Penerapan UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya; PP No. 68 tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam; dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 Tentang: Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa, secara tegas dan terkontrol.. T...